“Evan Brimob” Dikenakan Sanksi Internal Kapolda Sumsel

Aksi provokatif anggota Satbrimob Polda Sumsel Angkatan 2007, ”Evan Brimob” alias Bripda A Evans T, di situs jejaring sosial Facebook (FB) benar-benar berbuntut luas. Para facebookers terus menyerbunya di dua buah grup, ada yang empati namun banyak yang mencaci dan antipati. Sampai-sampai Mabes Polri juga meminta maaf pada masyarakat Indonesia.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Hasyim Irianto juga turun tangan. Ia langsung mengeluarkan instruksi tegas kepada jajarannya. Dalam perintah berbentuk telegram rahasia (TR), Kapolda minta seluruh anggota di jajaran Polda Sumsel untuk tidak mengeluarkan statement yang dapat memperkeruh suasana saat ini. “Itu perintah langsung Pak Kapolri,” ujar Kapolda Hasyim didampingi Wakapolda Brigjen Achmad Ismail, usai salat Jumat bersama di Masjid Mapolda Sumsel, kemarin (6/11).

Sensasi yang dilakukan Evan Brimob adalah memasang status di Facebooknya yang berbunyi: “Polri gak butuh masyarakat, tapi masyarakat yg butuh Polri. Maju terus kepolisian Indonesia, telan hidup2 cicak kecil..”. Tulisan Rabu malam (4/11) itu, menjadi masalah lantaran saat ini tengah terjadi seteru antara KPK yang diistilahkan “cicak” dengan kepolisian “buaya”.

Apalagi, pascapemutaran rekaman penyadapan yang diduga berisi rekayasa kriminalisasi lembaga antikorupsi melalui kriminalisasi pimpinan KPK dalam sidang uji materi UU KPK di Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa 3 November, membuat seluruh mata memandang “sinis” dua lembaga, yakni kepolisian dan Kejagung. Hal wajar pula kalau, tulisan Evan tersebut menuai komentar negatif dari puluhan ribu penikmat jejaring sosial paling populer di Indonesia itu.

Atas ulahnya, Bripda Evan dilaporkan ke Kompolnas oleh seorang warga Depok, Jabar, bernama Wawan. Bahkan, tim penyidik dari Bidang Propam dan Provost Satbrimob, saat ini masih terus mendalami kasusnya.

“Oknum Brimob (Evan) sudah mengakui kekeliruannya hingga menimbulkan masalah,” ujar Kapolda lagi. “Evan sendiri tidak mengakui perbuatan itu. Karena Evan mengaku password FB miliknya, sudah tidak sama lagi. Makanya, kami dalami lagi kasusnya.”

Masih kata Kapolda, awalnya yang bersangkutan (Evan) bermaksud baik. Hanya, salah penulisan (salah ketik). “Tetapi, saya tegaskan, Polri tetap membutuhkan masyarakat dan masyarakat membutuhkan Polri.”

Soal sanksi kepada Evan, kata Kapolri, jelas ada. Dan, itu tergantung dengan hasil pemeriksaan. “Semuanya akan diserahkan ke ankumnya untuk memproses lebih lanjut.”

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Abdul Gofur, mengatakan, pihak Bid Propam, Provost Brimob dan Bid Telematika masih memeriksa Evan. “Hasil sementara, Evan satu minggu yang lalu mengaku, membuka akun FB miliknya, namun saat keluar Evan tidak melalui perintah log out atau perintah keluar menggunakan petunjuk yang sebenarnya. Malah keluar begitu saja dengan cara close biasa, sehingga ada yang membuka FB-nya.”

Bahkan, Evan mengaku, bahwa dirinya tidak menulis apa yang dijelaskan di FB termasuk komentar lainnya. Hasil penyelidikan, FB Evan telah diambil oleh hacker yang diduga berasal dari Palembang.

“Ini hasil penyelidikan gabungan Bidang Propam, Provost Satbrimob dan Bidang Telematika Polda Sumsel. Tapi proses hukum tetap ada terhadap Evan karena kelalaiannya dan dikembalikan kepada ankumnya untuk memberikan sanksi,” tukasnya.

Sementara itu, Wakadiv Humas Brigjen Pol Sulistyo Ishak menyatakan permohonan maaf kepada masayarakat atas aksi provokatif Evan Brimob yang menggemparkan dunia maya.  “Secara tulus kita juga menyampaikan permohonan maaf atas perilaku tidak pada tempatnya yang dia tulis di Facebook,” kata Sulistyo di Jakarta, kemarin.

Menurut Sulistyo, sebagai Facebooker muda, emosi Evan mudah terpancing. Namun Evan sudah menyadari betul kata-kata yang dia buat provokatif sehingga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, Evan pun meminta maaf.

Sementara itu, sejak tersebar di forum terbesar Tanah Air, Kaskus, hasil print screen Evan menuai kritik pedas dari para facebooker. Mungkin karena terlalu banyak orang yang kontra dengan statusnya, akun Facebook Evan Brimob lenyap. Berganti dengan grup Evan Brimob dibenci Rakyat Indonesia. Facebooker yang menuangkan kritik dan hujatan hingga tadi malam lebih dari 30 ribu.

Tragisnya, foto profil Evan malah jadi bulan-bulanan facebooker. Wajah Evan diganti dengan buaya, monyet dan disertai dengan komentar bernada menghujat. (mg10/05)

 

[sumeks]

%d blogger menyukai ini: