Makin Dilarang, Makin Penasaran Nonton Film 2012

Film 2012 mengundang kontroversi. Bahkan MUI Jatim Malang pun sudah mengeluarkan fatwa haram. Namun, Gerakan Pemuda (GP) Ansor masih memilih sikap netral.

“Kami akan mendalami betul film ini, baru kami akan menentukan sikap,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) GP Ansor, Saifullah Yusuf, di Surabaya, Rabu (18/11).

Pria yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Jatim ini menjelaskan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan internal pengurus GP Ansor. Salah satunya adalah menentukan kapan waktunya untuk menonton film besutan sutradara Roland Emmerich yang sejak 14 November ini selalu dipadati penonton.

”Keputusan untuk mendalami film ini, karena GP Ansor tidak ingin gegabah melarang umat untuk menonton. Sebab, kalau dilarang, justru membuat orang penasaran untuk menontonnya,” jelas mantan menteri percepatan daerah tertinggal (PDT) Kabinet Indonesia Bersatu jilid 1 ini.

Masih menurut Gus Ipul-begitu dia akrab disapa – timbulnya kontroversi film yang dibintangi John Cusack dan Chiwetel Ejiofor tidak lain karena perbedaan pendapat. Sebenarnya makna film tergantung tingkat pemahaman penonton. ”Kalau hanya sebagai informasi saja, ya harus kita terima dengan keimanan dan keyakinan kan nggak (perlu) terlalu kuatir,” sambung politisi asal Pasuruan ini.

[Amril Amarullah-VivaNews]

%d blogger menyukai ini: