HT Mobile G10: Qwerty Murah Bisa Rekam Telepon

Serbuan ponsel QWERTY ke pasaran tanah air tak kunjung mereda. Hampir semua brand lokal bermain di segmen yang sama. Karakter disain dan tampilan ponsel yang digelontorkan pun rata-rata memiliki kesamaan. Alhasil, sisi harga jadi perhatian untuk penetrasi pasar, dengan menghadirkan qwerty murah.

Salah satu ponsel lokal qwerty murah yakni HT Mobile G10, yang dilepas dipasaran dengan banderol tak lebih dari Rp 500 ribuan. Kelengkapan fiturnya lumayan komplit. Kinerjanya? Simak ulasan berikut.

Disain & Interface
Konsep candybar-nya mengikut full QWERTY. Hanya, sektor bodi tetap dibuat mungil. Tak selebar dan sebongsor kerabatnya HT G30 atau pun G31. Malahan, dilihat dari perawakannya lebih cenderung mirip ponsel keluaran IMO: B369. Cuma, pada G10 memiliki lis metalik di jajaran D-pad.

Komposisi dan struktur shortcut navigasinya identik dengan ponsel IMO B369. Dua tombol pilihan kartu SIM didedikasikan untuk mempertontonkan kemampuan dual on GSM yang didukungnya.

Untuk material casing, bahan plastik sangat kental terlihat, yang dibalut warna hitam hampir di seluruh permukaan bodi. Pada bagian sisi kiri atas bodi disematkan port charger, kabel data dan jack audio. Posisi port-port tersebut berjajar dan ditutupi karet pelindung. Nah, pada pada sisi berlawanan bercokol tombol volume dan shutter kamera.

Jajaran keypad QWERTY-nya tertata rapih. Kontur tombolnya sedikit menyembul. Meski mungil dan berada pada areal sempit, tiap tuts mampu dijangkau jari dengan mudah. Kekurangannya, bahan plastik yang dipakai terasa agak keras saat ditekan. Kondisi ini merugikan proses pengetikan pesan cepat.

Di bagian interface, HT G10 menerapkan model yang tak jauh beda dengan para seniornya. Ikon menunya pun dibuat serupa, dengan tampilan  grid standar tanpa efek animasi. Sisi layar mengadopsi jenis TFT (Thin Film Transistor), dengan area 2 inci. Cukup terang dan jernih.

Multimedia
Meski masuk kategori entri level, HT G10 didukung sarana multimedia lumayan komplit. Hanya saja, kemampuan masih jauh dari memuaskan. Sebut saja kamera, resolusi fotonya sebatas CIF (352×288 piksel). Fasilitas pendukungnya pun ala kadarnya. Alhasil, gambar jepretannya pun ikutan ‘seadanya’. Foto menunjukkan banyak noise, tak fokus dan seringkali over eksposure jika memotret objek dengan pencahayaan berlimpah.

Kamera HT G10 bisa pula dimanfaatkan untuk merekam video. Format klipnya avi. Hasil rekamannya memang jauh dari kata bagus. Ya, setidaknya bisa menjadi nilai lebih daripada tak diberi kemampuan ini.

Untuk pemutar audio, hanya bisa bekerja bilamana ada kartu memori yang ditancapkan. Inilah satu-satunya tempat penyimpanan file yang mumpuni. Pemutar audio G10 bakal langsung terhubung ke kartu microSD bila sudah terisi file lagu.

Sayangnya, kartu microSD tak disertakan dalam paket penjualan. Jadi harus dibeli terpisah. Output musikal via speaker yang dicokolkan di bodi belakangnya terdengar cukup keras. Cuma, penyakitnya masih saja ada, seperti suara ‘sember’ jika diset volume maksimal.

Headset 2.5mm tersedia dalam paket penjualan untuk menikmati alunan musik. Headset ini pun sekaligus sebagai ‘kunci’ akses fitur radio, dimana untuk menikmatinya harus menancapkan piranti ini. Anehnya, keluaran suara radio via headset terdengar agak ‘dalam’, tak seperti kebanyakan ponsel lain. Jadi keluaran suara radio terdengar lirih.

Ada 9 channel kosong untuk menampung frekuensi radio favorit. Mode pencarian stasiun radio bisa auto search atau pun manual.

Konektivitas
Jalur data bearer G10 sebatas GPRS. Untuk membuka halaman situs wap sudah lumayan baik. Browser bawaannya sederhana yakni wap 1.2.1. Untuk mengatur profil browsing, HT G10 sudah menyediakannya secara lengkap. Jadi tinggal pilih kartu SIM 1 atau kartu SIM 2, sebagai master.

Terkait kemampuan browsing, HT Mobile G10 pun menawarkan fasilitas ‘online’ Facebook Mobile dan Twitter. Tak ada yang istimewa di sini, mengingat keduanya menampilkan karakter yang seragam. Dan, bukan merupakan widget aplikasi yang kompleks dan interaktif.

Bagi yang hobi chatting, HT G10 pun menyediakan aplikasi eBuddy. Jenis eBuddy yang ditanamkan sebatas link shortcut ke versi mobile. Pengguna bisa memilih akun messenger yang akan digunakan seperti Yahoo!, AIM, Gtalk atau MSN.

Guna proses transfer file (audio, video, photo) ada Bluetooth dan kabel data yang bisa bekerja dengan baik. Hanya saja, Bluetooth G10 tak mendukung profil A2DP. Sementara itu, kabel data yang disertakan bisa berlaku pula sebagai kabel charger. Termasuk juga untuk memanfaatkan kartu microSD dui ponsel sebagai mass storage.

Aplikasi dan Instalasi
Secara keseluruhan fasilitas yang ditawarkan HT G10 tak ubahnya ponsel lokal lain di kelas setara seperti IMO B369. Hanya ada aplikasi standar disini semisal alrm, kalender, To do, Alarm, World clock, Calculator, Currency converter dan Stopwatch.

Paling menarik yaitu e-book reader. Format file yang bisa ditayangkan fitur ini hanya jenis txt. Tak bisa untuk mengeksekusi file doc, excel, PowerPoin maupun pdf. HT G10 dijejali pula dengan wapedia, yakni link wap ke situs wikipedia.

Ada lagi, HT G10 membenamkan pula kemampuan merekam percakapan saat bertelpon. Sound recorder ini baru akan muncul di menu opsi, bilamana penggunanya menelpon. Tinggal akses dan proses perekaman pun bekerja tanpa terdeteksi lawan bicara.

Hardware
HT G10 didukung dua slot kartu SIM, tanpa ada yang dilock operator tertentu. Layaknya mayoritas ponsel sejenis, teknologi dua slot kartu SIM ini mendukung kemampuan dual on single standby.

Masalah power supply, HT G10 mengandalkan baterai lithium-ion 800 mAh. Untuk ukuran ponsel dual on GSM, dengan kamera dan pemutar audio, kapasitas ini terasa kecil. Untuk sekadar standby bisa bertahan lebih dari 2,5 hari.

Berdasarkan informasi yang didapatkan di pasar, HT G10 memiliki kelemahan di sisi hardware dan software. Permasalahan yang sering ditemui yakni pada kamera, yang tak bisa dipakai memotret. Software yang belum ‘mapan’ diklaim sebagai biang keladinya.

Satu Tanggapan

  1. Lintar. Suaramu keren habis.
    Semoga kamu bisa mencapai cita-cita yang akan kau jemput di ibu kota.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: