Hari Ini Bibit-Chandra Aktif di KPK

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menandatangani Keppres Pengaktifan kembali Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah sebagai Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hari ini (Senin, 07/12/09), menurut Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, keduanya sudah bisa aktif kembali. “Otomotis, saya kira begitu,” kata dia saat ditemui di acara syukuran ulang tahun (Ultah) ke-8 Partai Demokrat di Jakarta, Minggu malam, 6 Desember 2009.

Baca lebih lanjut

Akhirnya Kabareskrim Susno Duadji Dicopot Juga

Komjen Pol Susno Duadji mengaku mengetahui pencopotan posisinya sebagai Kabareskrim Mabes Polri. Namun begitu, Susno menunggu keputusan resmi dari Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso.

“Saya belum dipanggil (Kapolri), tetapi informasi (pencopotan) sudah tahu,” kata Susno di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (25/11/2009).

Susno menjelaskan, mutasi yang dilakukan institusinya merupakan hal lumrah. “Sudah hal biasa,” tandasnya.

Baca lebih lanjut

Cicak Gelar Nonton Bareng Keputusan SBY

Setelah nonton bersama akan dilanjutkan dengan diskusi penyikapan terhadap keputusan SBY.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono malam ini akan menanggapi rekomendasi yang dikeluarkan Tin Delapan atas kasus Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah. Para penggiat Cicak (Cinta Indonesia Cinta KPK) akan menggelar nonton bareng keputusan Presiden itu.

“Kami dan pendukung Cicak akan ada acara nonton bareng, untuk Jakarta digelar di Kantor Imparsial,” kata koordinator Kontras, Usman Hamid, saat dihubungi di Jakarta, Senin 23 November 2009.

Baca lebih lanjut

SBY Umumkan Keputusan Kasus KPK “Bibit-Chandra” Malam Ini

Terkait kasus Chandra M Hamzah dan Bibit S Riyanto, SBY berjanji secara langsung akan menyampaikan sikap pemerintah atas kasus hukum 2 pimpinan KPK nonaktif itu hari ini, Senin (23/11) malam.

Seperti diketahui, Presiden SBY telah mengaku mendengarkan pikiran dan pandangan semua pihak, termasuk masyarakat luas di semua daerah tentang kasus Chandra-Bibit. Dalam acara silaturahmi Presiden dengan pemimpin redaksi media massa nasional di Istana Negara, Jakarta, Minggu 22 November malam, menjanjikan konstruksi yang tepat dalam keputusan yang akan diambil pemerintah untuk menyudahi polemik yang ada.

Baca lebih lanjut

Chandra-Bibit Mendatangi Mabes Polri Siang Ini

bibit_samad_riyanto_chandra_m_hamzahDua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)nonaktif, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah mendatangi Markas Besar Kepolisian siang ini pukul 12.30 WIB.

Didampingi Kepala Biro Hukum KPK, Khaidir Ramly dan pengacaranya, Ahmad Rivai, Keduanya langsung menuju Kantor Bareskrim Polri.

Baca lebih lanjut

Massa Bakar Poster Polisi “Super Anggodo”

Aksi FacebookersDemonstrasi besar mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi dihelat di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (8/11). Sekitar dua ribu warga datang sejak pagi pukul 7. Rata-rata mereka mengenakan baju olahraga dan celana training. “Memang ini tajuknya senam sehat Indonesia anti korupsi,” ujar salah satu koordinator aksi, Effendi Ghazali saat ditemui Jawa Pos sebelum naik panggung.

Menurut pakar komunikasi politik UI itu, gerakan cintai Indonesia cintai KPK (CICAK) diikuti oleh masyarakat di setiap level. “Tidak hanya facebookers. Lihat saja, pedagang asongan ikut senang, ibu rumah tangga bawa bayinya, muda-mudi sambil pacaran ikutan. Ini bukti bahwa gerakan ini adalah gerakan massa sipil yang populis,” katanya.

Baca lebih lanjut

“Evan Brimob” Dikenakan Sanksi Internal Kapolda Sumsel

Aksi provokatif anggota Satbrimob Polda Sumsel Angkatan 2007, ”Evan Brimob” alias Bripda A Evans T, di situs jejaring sosial Facebook (FB) benar-benar berbuntut luas. Para facebookers terus menyerbunya di dua buah grup, ada yang empati namun banyak yang mencaci dan antipati. Sampai-sampai Mabes Polri juga meminta maaf pada masyarakat Indonesia.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Hasyim Irianto juga turun tangan. Ia langsung mengeluarkan instruksi tegas kepada jajarannya. Dalam perintah berbentuk telegram rahasia (TR), Kapolda minta seluruh anggota di jajaran Polda Sumsel untuk tidak mengeluarkan statement yang dapat memperkeruh suasana saat ini. “Itu perintah langsung Pak Kapolri,” ujar Kapolda Hasyim didampingi Wakapolda Brigjen Achmad Ismail, usai salat Jumat bersama di Masjid Mapolda Sumsel, kemarin (6/11).

Sensasi yang dilakukan Evan Brimob adalah memasang status di Facebooknya yang berbunyi: “Polri gak butuh masyarakat, tapi masyarakat yg butuh Polri. Maju terus kepolisian Indonesia, telan hidup2 cicak kecil..”. Tulisan Rabu malam (4/11) itu, menjadi masalah lantaran saat ini tengah terjadi seteru antara KPK yang diistilahkan “cicak” dengan kepolisian “buaya”.

Baca lebih lanjut